SURABAYA CROSS CULTURE INTERNATIONAL FOLK ART FESTIVAL 2017

Surabayamuda.com(18/07/2017). Minggu pagi bersama parade budaya dari kota sendiri mungkin sudah biasa, bagaimana jika minggu pagi saat Car Free Day dengan suguhan budaya dari luar negeri dan beberapa kota tetangga dari negeri kita? Pastinya lebih seru dan membuat penasaran kan?

Dalam rangka memperkenalkan tarian-tarian, kesenian dari luar daerah maupun dalam daerah, Festival Cross Culture International digelar di Surabaya. Festival Lintas Budaya ini sudah diadakan selama 13 tahun. Tetapi, baru 2 tahun ini memakai konsep Cross Culture Surabaya International Folk Art.

“Sebenarnya acara Lintas Budaya ini setiap tahun ada dan ini acara festival yang ke 13 kali di selenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya.” Kata Rusdi, selaku panitia penyelenggara bagian Kebudayaan. Acara ini bertujuan agar kota Surabaya bisa menjadi etalase cakrawala budaya dunia. Jadi semua yang ingin melihat tarian dan budaya International bisa datang ke acara ini.

Dengan menggunakan becak yang dihias, dari Taman Bungkul hingga Patung Karapan Sapi Basuki Rahmat, para peserta sangat antusias mengikutinya. Sambil melambaikan tangan dan tersenyum para peserta dari luar negeri itu menyapa warga kota Surabaya.  Tak hanya sampai disitu, para peserta lalu berjalan kaki sampai  Monumen Bambu Runcing dan menampilkan kebudayaan serta tarian-tarian dari negara dan daerah mereka di depan Walikota Surabaya, yakni Tri Risma Harini.

Peserta datang dari Slovakia, Lituania, Polandia, Rusia, Canada, Thailand, Guangzow Cina, Sister City Kota Surabaya, dan Prancis. Dari dalam negeri, ada peserta dari Reog Ponorogo, Aceh dan Bali. Dalam acara ini tak hanya bisa foto bersama kebudayaan dalam negeri,  warga juga bisa berfoto bersama peserta bule dari luar negeri. Terlihat juga antusias para warga kota Surabaya yang datang ke acara ini sambil berjalan kaki atau menggunakan sepeda santai. “Saya lihat dari Instagram, kelihatannya acara ini seru dan asyik. Dan ini juga acara International, jadi kita bisa tau budaya-budaya dari luar negeri.” Ujar Dewi dari warga kota Surabaya, yang mengunjungi acara ini.

Add Comment