Peringati hari jadi, Kota Surabaya dihadiahi sejumlah teror

Bulan Mei yang sangat istimewa semestinya, namun malah terjadi peristiwa yang mencekam karena aksi bom bunuh diri yang terjadi di 3 gereja yang ada di Surabaya. Sekitar pukul 07:30 bunyi ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak bercela di Jl. Ngagel Madya, menit 30 selanjutnya bom meledak di Gereja GKI di Jl. Diponegoro, tak berselang lama langsung disusul bunyi ledakan di GPPS di Jl. Arjuno. Walikota Surabaya Bu Tri Rismaharini serta gubenur Jatim tampak ke TKP untuk mengecek kondisi gereja pasca bom bunuh diri.

  

Setelah mengevakuasi  korban yang dibawa ke rumah sakit, aparat kepolisian masih terus mencari bukti untuk mengungkap motif teror bom bunuh diri tersebut. Pelaku bom bunuh diri yang tinggal di Perumahan Wisma Indah, Wonorejo, Rungkut, Surabaya. “Subuh tadi sekeluarga itu masih sholat subuh berjamaah di musholla perumahan, tapi kelihatan berbeda dari mereka karena terlihat mereka setelah selesai sholat subuh saling berpelukan satu sama lain sambil menangis” ungkap saksi mata yang salah seorang satpam Perumahan Wisma Indah, Wonorejo. Mulai dari pemadam kebakaran, tim densus 88, kapolrestabes Surabaya hingga walikota Surabaya langsung terjun ke lokasi TKP. Sekitar pukul 18:30 tim densus 88 langsung menggeleda rumah pelaku. Pada saat digeleda rumah pelaku tampak sepi dan tidak ada satu orang pun di dalam rumah. Menurut Rudi Setiawan salah seorang komandan kapolrestabes Surabaya, rumahnya sangat berantakan mulai dari ruang tamu hingga ruang kamar terdapat buku-buku berserakan, kertas dan ditemukan juga foto keluarga. Hingga dibelakang rumahnya juga ditemukan anak panah dan busur panah. Semua barang-barang tersebut akan diteliti satu persatu oleh tim kepolisian.

di lokasi yang berbeda, pada malahm hari beberapa warga Surabaya berkumpul di Tugu Pahlawan dengan menyalakan lilin bersama sebagai bentuk bela sungkawa dan mendoakan korban yang masih dirawat di beberapa rumah sakit dan korban meninggal. Warga Surabaya berharap bahwa jangan kita tercerai berai dengan adanya aksi terorisme ini, kuat dan saling bersatu untuk menghadapi masalah demi masalah yang ada di Surabaya apalagi yang menyangkut nyawa seseorang yang tidak bersalah. (13/05/18)

artikel : Risma Nuur Aliyya

Add Comment