MATA UANG BERTAJUK MUSIK KERAS

Surabayamuda.com – US DOLLAR adalah salah satu band indie asal surabaya yang bergenre Hardcore. Personilnya terdiri dari Bima sebagai vocalis, Wisna sebagai Drumer, Ucup sebagai gitaris, dan Dimas sebagai Bassis.

Pada tahun 2011 akhir, US DOLLAR baru terbentuk, tetapi progresnya baru berjalan pada tahun awal 2012. Kenapa band tersebut dinamakan US DOLLAR, karna bagi mereka  bermusik adalah bukan sekedar hobby, tetepi bisa juga menghasilkan uang, dan dollar adalah mata uang dari luar negri. US DOLLAR juga mempunyai influence cukup banyak yaitu Lionheart, Terror, Get The Shout, dll. Bukan hanya musik yang bergenre Hardcore saja, tetapi masih banyak lagi yaitu Deatmetal, Gindcore,dll

US DOLLAR juga mempunyai album pertama yang telah rilis pada tahun 2014 lalu. Album pertama yang telah mereka rilis berjudul ” TRIUMPH ” yang artinya ” Kemenangan ” karna pada awal mula bermain musik pada tahun 2012 terdapat banyak suka dan duka, dari situlah kita belajar agar menjadi kesuksesan atau kemenangan seperti sekarang ini, dan ditahun ini akan rilis album yang kedua, sebenarnya rilisnya tahun 2018, tetapi ada sesuatu yang membuat mereka untuk mengundurkan rilis album keduanya, di album ke dua ini isinya sekitar 10 track yang membahas tentang cerita pribadi, relife US DOLLAR, personil US DOLLAR, problem yang dirasakan di US DOLLAR yang akan diangkat di album kedua ini, “kita suda take drum, take gitar, take bass, tinggal take vocal saja “, ucap salah satu personil US DOLLAR.

Nama album yang kedua berjudul “DREAM DEATH REBORN”. Band US DOLLAR sempat vakum lama antara 1 – 2 bulan, karna pada saat itu era musik underground disurabaya sedang tidak stabil atau naik turun, tapi disisi lain masih mempunyai harapan untuk terus menularkan energi positif dari generasi ke generasi.

US DOLLAR berharap agar terus berkarya, “can stop want stop”, meskipun banyak rintangan harus dihadapi, cetak album banyak, merchandise aman, semakin meluas, banyak generasi yang positif. US DOLLR berpesan untuk band indie yang lainnya agar tetap berkarya, tetap menciptakan atau merangkul generasi yang masih baru.

 

 

Penulis : Ranita Yuli

 

 

 

Add Comment