Mahasiswa sumpah caleg PKPI

Surabayamuda.com, 04/04/2014 – Sejumlah caleg dari PKPI melakukan kampanye simpatik di sekitar Taman Apsari Surabaya, Jumat (4/4). Berbagai kata-kata dan kalimat coba diutarakan oleh Caleg DPRI, P. Imam kepada beberapa pengunjung yang sedang makan di Pedagang Kaki Lima setempat. Bahkan, caleg tersebut melakukan pendekatan dengan ikut makan bersama. Sayang, pengunjung dan pedagang tak menghiraukannya.

Bahkan salah seorang mahasiswa dari beberapa universitas berbeda yang sedang berdiskusi, menutup diskusinya dan mendekati si caleg untuk berdebat. Berbagai kata-kata kembali dilontarkan oleh si Caleg, namun tetap saja tak mampu membuat orang sekitar percaya dengan janji-janji si caleg.

“Saya sudah mencoba mendekati secara halus, tapi mereka tak percaya. Bahkan tak menghiraukan saya. Ya, saya bisa paham mungki mereka sudah hafal dengan kampanye-kampanye pada pileg sebelumnya,” ujar P. Imam dengan nada kecewa.

Nah, karena terus berusaha membuat masyarakat percaya, akhirnya seorang mahasiwa dari Universitas Airlangga Surabaya yang sudah risih mendengar ucapannya mencoba menantang Caleg tersebut sumpah menyebut nama Tuhan di hadapan masyarakat yang ada termasuk di hadapan para pedagang kaki lima setempat. Tanpa mengulur waktu, sebagian caleg dari PKPI yang tak menduga adanya tantangan tersebut langsung mengiyakan tantangan sumpah.

Dan, dibuatlah sumpah dengan kata-kata yang ditulis oleh beberapa mahasiswa, di antaranya; “berjanji jika terpilih akan memperjuangkan pendidikan gratis, memperjuangkan wong cilik, dan tidak akan korupsi melakukan korupsi.” Berbondong-bondong para mahasiswa dan pengunjung mengajak para caleg di depan patung Gubernur Suryo dan membacakan sumpah. Usai sumpah dilakukan, suasana yang sebelumnya memanas pun menjadi cair dan guyub.

“Ternyata mereka berani disumpah dengan menyebut nama Tuhan. Itu berati harus dipertanggungjawabkan. Dan saya percaya itu. Kalau saat mereka terpilih menjadi ingkar, saya yakin dia akan mendapat sanksi sosial dan karma dari Tuhan atas sumpahnya,” ujar Mudlomin, seorang pedagang gado-gado di Taman Apsari Surabaya. (Hbb/Bbg)

Add Comment