LAMPION PEDULI

Surabayamuda.com – Surabaya merupakan salah satu Kota Metropolitan kedua dari Jakarta. Di kota inilah banyak orang  mencari nafkah dari berbagai penjuru kota. Suparto Yusuf, berusia 56 tahun ini ialah salah satu laki-laki penyandang disabilitas yang menafkahi keluarganya dengan berjualan lampion yang dia beri nama “Lampion Unik Peduli Karya  Penyandang Cacat”. Laki-laki asal Jember  ini merantau ke berbagai kota untuk menjajakan lampion di Jalan  Raya. Suka duka yang ia lalui panas hujan ia tempuh hanya untuk menghabiskan lampion dan menghasilkan pundi-pundi rupiah. “Suka dukanya ketika hujan saat enak – enaknya berjualan harus mencari tempat berteduh.” Kata Suparto Yusuf.

Meninggalkan keluarga yang jauh ia lakukan untuk mengadu nasib agar lebih baik dari sebelumnya. Dengan kekurangannya warga menolong dia untuk hanya sekedar memberi air minum saat sedang beristirahat. Tak sedikit juga yang bersimpati dan memberi sedikit rezekinya untuk Suparto. “Sehari-hari dibuat cukup ya cukup, saat laku banyak ya cukup kalau laku sedikit ya disyukuri.” Ujarnya.

Saat lampionnya habis dia lalu kembali ke Jember untuk membuatnya yang baru dan membawanya ke kota-kota lain untuk dijual lagi. Dia tak peduli jika ia harus tidur dipinggir jalan dan bergabung dengan orang-orang baru. “Untuk anak muda jangan bermalas-malas berusaha dan bekerja sesuai dengan apa yang diinginkan,  tidak sampai meminta kepada Orang Tua.” Pesan yang disampaikan oleh Suparto seorang penyandang disabilitas.

 

 

 

 

 

Penulis : Vina Aprilyaningrum / Team C

 

 

 

 

Add Comment