Jangan Sembarangan Memakai Cooler Notebook

Berbicara notebook cooler sebenarnya tidak menjadi keperluan wajib bagi berjalannya laptop. Laptop sudah didesain untuk dapat berjalan pada suhu panas tersebut. Processor yang digunakan pada sebuah laptop adalah jenis processor yang berbeda dengan yang digunakan pada dekstop (PC). Processor untuk laptop dikenal dengan nama processor mobile. Processor mobile ini lebih didesain lebih tahan panas, dan lebih rendah konsumsi listiknya.

Kriteria Coolpad Laptop
Ada beberapa hal yang menjadi kriteria sebuah coolpad yang baik

1. Memiliki bahan dasar alumunium. Penggunaan bahan alumunium cukup membantu cooler ini untuk mendinginkan laptop. Sebab, bahan alumunium memiliki kecenderungan menjadi konduktor panas. Cooler ini juga dapat menyebarkan panas laptop ke bidang yang lebih lebar, yaitu dirinya sendiri. Tapi berat alumunium harus di perhatikan jika berniat membawa-bawanya (mobile).

2. Tenaga listrik yang digunakan minimum. Tenaga sebuah Notebook Cooler terbagi dua jenis, yaitu dengan external power (colok ke listrik) dan mengunakan power dari USB port notebook. Jika laptop cooler mempergunakan listrik dari port USB, perhatikan arus listrik yang diperlukan kipas, jangan sampai melebihi arus yang disediakan oleh port USB. Dengan konsumsi listrik kipas yang minim, maka batterai laptop juga akan hemat.

3. Suara yang hening ketika beroperasi. Kecepatan putar kipas yang tinggi, biasanya harus dibayar dengan suara yang bising. Walaupun demikian, kecepatan kipas harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menghembuskan udara segar ke dalam sistem notebook. Penggunaan kipas berkekuatan 0,12A tampaknya memiliki kinerja yang kurang ketika melakukan penghembusan angin ke notebook. Dengan putaran kipas maksimum 1000 RPM, udara yang digerakkan dinilai minim. Namun, suara yang dihasilkannya juga sangat minim sehingga tidak berisik. Bijak-bijaklah dalam mempertimbangkannya.

4. “Jantung” cooler ini terletak pada kipas yang terletak pada bagian bawahnya. Cari kipas yang berukuran lebar , karena semakin lebar kipas, maka semakin besar pula lah angin yang berhembus.

5. Jika kipas lebih dari satu, maka usahakan lokasi kipas-kipas tersebut tersebar secara merata, agar angin yang dihembuskannya pun merata.

6. Sirip kipas khusus cooler. Daya 5V dari USB menghambat sebuah kipas mencapai kecepatan kipas maksimum, sehingga udara yang dihembuskan tidak maksimal. Karena itu diperlukan bentuk sirip (fin) kipas yang khusus agar dapat menghembuskan udara secara maksimal.

7. Memiliki penahan laptop. Biasanya cooler ini mendudukkan laptop dalam posisi menukik dari bagian depan. Laptop Cooler yang baik menyertakan sebuah mekanisme penahan untuk mencegah notebook melorot ke bawah. Penahan tersebut menutup sebagian port notebook bagian depan.

8. Agar notebook cooler ini bekerja ideal, notebook cooler harus memiliki lubang kipas sebesar-besarnya (tidak terhalang oleh pengaman-jari).

9. Memiliki ruangan yang cukup untuk mengalirkan udara. Ruangan ini berada di antara dasar notebook dengan permukaan atas laptop cooler. Biasanya hal ini dicapai dengan memberikan kaki karet yang dapat dibuka tutup pada laptop cooler. Kaki ini sekaligus mencegah posisi laptop bergeser.

10. Memiliki ruangan yang cukup untuk menyedot udara dan menghembuskannya ke atas. Ruangan ini ada di antara permukaan meja dan bagian bawah kipas. Biasanya ruangan ini dicapai melalui ketinggian kaki-kaki pada laptop cooler. (DW)

Add Comment